Home Muna Soal Baliho, Pemkab Muna Bakal Dituntut Lewat Jalur Hukum

Soal Baliho, Pemkab Muna Bakal Dituntut Lewat Jalur Hukum

1,272

MUNA, RIGHTNEWS.COM – Baliho La Ode M Rajiun Tumada yang terpampang rapi diseantero Muna, bakal terus terpajang tanpa batasan waktu. Jika ada yang coba-coba ingin menurunkan baliho itu, siap-siap saja perkuat nyali. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) tak bakalan diam saja. Daerah komando La Ode M Rajiun Tumada juga bakalan menempuh jalur hukum, kalau penurunan baliho itu berani dilakukan. Langkah itu ditempuh, pasca Pemkab Muna memberikan somasi 2×24 jam untuk menurunkan baliho “matahari-nya Muna Raya” itu.

Pemkab Mubar, pada dasarnya tak gentar dengan adanya somasi berbalut ancaman. Justru, yang dikwatirkan, Pemkab Muna telah menciptakan ruang keresahan publik. Tentu, akan menjadi pemicu konflik. “Baliho La Ode M Rajiun Tumada seolah-olah meresahkan masyarakat. Kalau meresahkan, siapa yang resah. Kan tidak ada. Dan itu, tidak mencidrai tagline Mai Te Wuna. Tetap akan terpasang. Kalau Pemkab Muna menurunkan baliho, maka kita tuntut secara hukum,” ujar kabag Humas Pemkab Mubar, Ali Abdin, menegaskan, Kamis (22/8).

Abdin demikian disapa menjelaskan, baliho yang terpampang dengan foto La Ode M Rajiun Tumada sendiri, dianggap wajar-wajar saja. Sebagai, putra Muna tulen, Rajiun memperkenalkan dirinya. Tagline, yang dipakai pun “Mai Te Wuna” disambung “Amaimo Pada”, tak ada kaitannya dengan politik. Sebab, Rajiun paham, Mai Te Wuna bagian dari promosi pariwisata. “Coba lihat baik-baik itu baliho. Apakah disitu, ada tulisan, bakal calon bupati Muna 2020? Tidak ada tulisan itu. Hanya, memperkenalkan diri, bahwa Rajiun asli Muna dan dia datang untuk tanah kelahirannya,” terang Abdin.

Makanya, Abdin sangat menyayangkan, argumentasi kabag Humas Pemkab Muna, Wa Ode Hartarti S. Seolah-olah, baliho itu menciptakan konflik di Muna. “Saya sangat sayangkan pernyataan itu. Justru itu akan menjadi pemicu keresahan baru lagi. Baliho tidak ada salahnya, mau diturunkan. Kalau masyarakat Muna resah, itu tidak benar. Masyarakat Muna adem-adem saja sampai detik ini,” sambungnya.

Alumnus Unsrat ini menerangkan, harusnya, Pemkab Muna patut berbangga. Sebab, tagline Mai Te Wuna juga digunakan orang nomor satu di Bumi Laworo. Abdin mengajak semua elemen, jika mau  belajar disiplin, datang di Mubar. Sebab, bupati La Ode M Rajiun Tumada, dikenal dengan sikap tegas, disiplin, bermasyarakat. “Saya curiga, karakter otoriter dan tak disiplin, justru dimiliki sama kabag Humas Pemkab Muna,” pungkasnya. (Rik)

Laporan : Juniawal

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Muna

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Jangan Main-main Dengan Dana Covid ! Pengamat Kebijakan Publik Sultra Minta Dinkes Porsikan Anggaran Sesuai Aturan

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Peruntukan Dana Covid 19 sebaiknya disampaikan ke publik se…