Home Hukrim Saksi Ahli Tak Hadir, Hakim Tunda Sidang Kasus Ilegall Mining PT Naga Bara Perkasa

Saksi Ahli Tak Hadir, Hakim Tunda Sidang Kasus Ilegall Mining PT Naga Bara Perkasa

82
Foto/Ketgam : Sidang lanjutan PT Naga Bara Perkasa di Pengadilan Negeri Unaha

KONAWE, RIGHTNEWS.COM – Pengadilan negeri (PN) unaaha kembali mengelar Sidang lanjutan terhadap tujuh tersangka perkara Ilegall Mining yang menyeret nama PT Naga Bara Perkasa (NBP). Sidang tersebut berbuntut penundaan, lantaran saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) berhalangan hadir dalam persidangan. Jaksa berencana menghadirkan Bustang dan Yuscita yang merupakan saksi ahli.

Dari ketujuh tersangka mengikuti persidangan secara online dan real time (seketika) dari jarak jauh melalui teknologi video conference dengan menggunakan Laptop dan koneksi jaringan, sehingga memungkinkan masing-masing untuk saling melihat dan berbicara sebagaimana dalam persidangan secara offline.

Sidang yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha Febrian Ali, SH, MH. Selaku hakim ketua, Febrian mengatakan sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi ahli.

“Satu September 2020 itu sudah putusan
Pemeriksaan saksi, besok itu kesempatan terakhir, soalnya kita mau lanjut ke tahapan selanjutnya. Maka kita lanjutkan pada Minggu yang akan datang. Karna saksinya belum hadir. Para terdakwa tetap dalam rumah tahanan,”ucap Febrian Ali sambil mengetuk palu sidang.

Dalam perkara ini, enam tersangka yakni operator alat berat Excavator didampingi oleh Kuasa Hukum, Nasrudin SH. Sementara Direktur PT NBP Tuta Hafisa didampingi oleh Kuasa Hukum Razak Naba.

Perlu diketahui, ketujuh orang tersangka tersebut diduga melakukan pemanfaatan kawasan hutan lindung di Blok Matarepe Konawe Utara tanpa dilengkapi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.

Dari ketujuh orang yang berhasil di tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka salah satunya adalah Direktur Utama PT NBP Tuta Nafisa. Sedangkan enam lainnya yakni Edi tuta (53), Ilham (20), Arinudin alias Pele (44), kemudian Muh Alfat (22), Rahman (21) dan Sultra (35). Keenam merupakan operator alat berat excavator di PT NBP.

Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Penyidik Kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa empat unit excavator dan 300 ton ore nikel / biji nikel yang telah diolah.

Atas perbuatannya, ketujuh tersangka tersebut dikenakan pasal 87 ayat (1) huruf a dan b ayat (2) huruf a dan b dan uu RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 20 miliar.

Kemudian Pasal 158 Jo pasal 37 dan pasal 40 ayat (3) dan pasal 48 UU RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana dan pasal 56 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara dan dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (Jay)


Laporan : Janudin

 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Hukrim

5 Comments

  1. ปั้มไลค์

    Juli 28, 2020 at 11:32 pm

    Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon everyday.

  3. Thank you ever so for you article post.

  4. เบอร์สวยมงคล

    Juli 28, 2020 at 11:36 pm

    I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.

  5. SMS

    Juli 28, 2020 at 11:40 pm

    These are actually great ideas in concerning blogging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Cuitan Ujaran Kebencian, Berujung Hukum, Pemilik Akun “Widodo Wido”Dilapor ke Polisi

KONAWE, RIGHTNEWS.COM – Pemilik Akun Facebook Widodo Wido menjalani pemeriksaan di r…