Home Hukrim Polisi Tak Perlu Ragu Tindak Debcolector, PT BCA Finance Kalah di Pengadilan Dalam Gugatan Sita Kendaraan Konsumen Secara Paksa

Polisi Tak Perlu Ragu Tindak Debcolector, PT BCA Finance Kalah di Pengadilan Dalam Gugatan Sita Kendaraan Konsumen Secara Paksa

230
Foto : Dr Abdul Rahman MH

KENDARI, RIGHTEWS.COM – Polisi tak perlu lagi ragu-ragu menindak para debcolector yang kerap melakukan penyitaan kendaraan kepada konsumen yang telat bayar kredit di Pembiayaan.

Putusan Pengadilan pada perkara Gugatan Perdata yang dilayangkan Kuasa Hukum, Sitti Naima Amin, sebagai dasar hukum bahwa penarikan kendaraan menggunakan jasa debcolector tanpa dasar hukum dianggap sebagai tindak pidana.

Perkara gugagatan yang diajukan Sitti Naima Amin mengalahkan PT BCA Finance selaku tergugat yang menggunakan jasa debcolector untuk menarik paksa kendaraanya. Perusahaan pembiayaan tersebut diminta untuk mengganti kerugian materil sebesar Rp 187 juta.

“Berdasarkan putusan Pengadilan Kendari No 92/pdt.G/2019/Pn Kdi tanggal 13 juli 2020, menghukum PT BCA Finance membayar ganti rugi sebesar 187 Juta kepada klien kami Siti Naima,” tutur Dr Abdul Rahman yang dikonfirmasi, Selasa Juli 2020.

Dalam gugatan tersebut, Putusan Hakim menyatakan bahwa tergugat PT BCA Finance telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jasa Debcollector untuk melakukan penarikan paksa kendaraan konsumen.

Menurut Rahman, keputusan hakim ini sangatlah adil dan sesuai dengan yang diharapkan. Nah, dengan keputusan tersebut, menjadi pintu masuk agar Polisi tak perlu lagi ragu-ragu melakukan penindakan kepada para pelaku Debcolector yang biasa meresahkan masyarakat.

Kliennya Siti Naima misalkan, telah melaporkan kasus penarikan paksa yang dialaminya ke Polsek Baruga. Namun, sejak 7 bulan lamanya kasus tersebut tak jelas.

“Saya selaku ketua PERADI Sulawesi Tenggara kecewa dengan kinerja penyidik polsek baruga dan Kasat Reskrim Polres Kendari yang tidak profesional menangani perkara laporan perampasan/penarikan mobil oleh debcolector. Makanya kami segera akan laporkan di Propam Polda dan Irwasum agar diperiksa Kasatreskrim Polres Kendari,”tegasnya.

Rahman menyebutkan banyaknya laporan-laporan tentang penarikan paksa kendaraan yang dilakukan Debcolector meski diusut tuntas. Ada sejumlah aturan yang membolehkan penindakan ini. Misalkan Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Kapolri.

“Laporan klien kami Tahun 2019 silam. Kami kuasa hukum sudah bertemu dengan Kasat Reskrim Polres Kendari tetap tidak ada tanggapan. Untuk itu, kami akan laporkan kepada Propam dam Irwasum,”kata Rahman.(Bar)


Laporan : Akbar

 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Hukrim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Polda Sultra Bubarkan Aksi Pengunjukrasa Dengan Helikopter

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengerahkan hel…