Home Konawe Launching Desa Cantik, Pemkab Konawe Harapkan Peningkatan Literasi Statistik Aparat Desa

Launching Desa Cantik, Pemkab Konawe Harapkan Peningkatan Literasi Statistik Aparat Desa

55

KONAWE, RIGHTNEWS.COM – Pemerintah kabupaten konawe Sulawesi tenggara (Sultra), Senin, 20/6/2022. menyambut kedatangan rombongan Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI) launching Desa/Kelurahan Cinta Statistik, di Kelurahan Toriki, Kecamatan Anggaberi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS RI, Setianto. Turut hadir Kepala BPS Sultra Widiastuti, Kepala BPS Konawe Sultriawaty Efendy, serta rombongan kepala BPS kabupaten/kota se-Sultra.

Dalam sambutannya Sekda Konawe Ferdinand Sapan mengatakan, kabupaten konawe menjadi daerah yang dalam kebijakan pembangunannya selalu menggunakan instrumen berbasis data. Atas hal tersebut, Pemerintah kabupaten konawe selalu melakukan koordinasi dengan pihak BPS.

Instrumen pembangunan kita itu berbasis data. Itulah kenapa kita selalu berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). ujarnya.

Hasil kerjasama Pemerintah kabupaten konawe dan BPS saat ini telah menghasilkan produk yang disebut konawe dalam satu data 2021, produk tersebut menjadi yang pertama di sulawesi tenggara  sehingga bakal jadi rujukan daerah lainnya. Tuturnya Ferdinand

“Kita telah memiliki produk konawe dalam satu data tahun 2021 dan menjadi rujukan untuk daerah lainnya,” tambah Ferdinan.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS RI, Setianto mengapresiasi Konawe karena telah mendukung penuh program-program BPS. Ia mengungkapkan, program Desa/Kelurahan Cantik adalah program untuk mengawal pengentasan desa/kelurahan tertinggal.

Menurut Setianto, Desa dan kelurahan adalah ujung tombak pembangunan bangsa. Program Cantik bertujuan untuk mengentaskan desa/kelurahan tertinggal, menciptakan daerah maju dan mandiri.

“BPS menjadi partner strategis untuk membantu pemerintah dalam melakukan percepatan pengentasan desa dan kelurahan tertinggal melalui program Cantik,” jelasnya.

Setianto mengungkapkan, pembangunan desa/kelurahan memerlukan data. Ada beberapa indikator yang menyertainya. Antara lain, ketersediaan layanan dasar, pendidikan dan kesehata. Infrastruktur perekonomian dan akses bahan bakar rumah tangga. Saranan dan prasarana transportasi. Mitigasi dan penanganan bencana. Aksesibilitas dan karakteristik kewilayahan.

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Konawe

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Kerja Sama Kadin Sultra, 14 Ton Kopra Dikirim Ke Jatim

KENDARI,RIGHTNEWS.COM – Kerjasama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggar…