Home Hukrim Lapas Kelas II A Kendari Abaikan Napinya Yang Terpapar Covid-19 Hingga Meninggal

Lapas Kelas II A Kendari Abaikan Napinya Yang Terpapar Covid-19 Hingga Meninggal

81
Ilustrasi

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Seorang napi berinisial, E(61) dikabarkan meninggal dunia didalam Lapas Kelas IIA Kendari pada Rabu (7/10/2020) dengan kondisi yang memprihatinkan.

Diketahui E meninggal akibat terpapar Covid-19 saat berada di dalam Lapas Kelas IIA Kendari. Hal tersebut baru diketahui setelah E ditemukan meninggal pukul 02.00 Wita dan dilarikan ke RSUD Bahteramas Kendari pada pukul 03.00 Wita.

Setelah itu pihak RSUD pun melakukan uji swab TCM pada jenazah E dan baru diketahui hasilnya bahwa ia terpapar Covid-19.

Atas dasar itu pihak keluarga pun menyayangkan hal tersebut. Pasalnya pihak Lapas seakan tak memantau dengan baik kondisi napi yang sedang tidak sehat.

“Yang kami sayangkan itu kenapa seperti tidak ada perhatian dari pihak lapas terhadap keluarga kami yang berada di dalam. Mengingat kondisinya sebelumnya kami tahu sudah sangat menghawatirkan,” ungkap keluarga korban, Gery (27) saat diwawancarai, Kamis (8/10/2020).

Terlebih lagi pada hari Rabu (6/10/2020) sebelum E ditemukan meninggal, anak korban diketahui sempat mengunjunginya. Namun saat ditemui kondisi E sangat memprihatinkan sambil terkapar didalam kamar tahanannya.

“Saat ditemui kondisinya itu dalam keadaan kurus kering dan kotor sampai mulutnya pun juga dipenuhi kotoran, seperti tak terurus, siapa yang tidak kasian lait keluarganya seperti itu. Belum lagi informasi yang kami dapatkan ia juga sudah tidak makan berhari-hari malah dibiarkan petugas bukannya di bawa ke Rumah Sakit. Hal ini pula yang membuat kami sangat kecewa terhadap protokol dan pemantauan didalam Lapas Kelas IIA Kendari

Selain itu ia menambahkan kondisi korban sebelumnya sudah pernah dirawat di RS Aliyah Kendari pada Agustus lalu terkait penyakit yang ia derita. Yaitu tekanan darah tinggi dan ginjal yang rusak.

“Atas dasar itu seharusnya pihak lapas lebih memantau kondisi napi yang seperti itu apalagi dia sudah tua. Lantas apa kegunaan klinik dan petugas medis yang ada didalam kalau napi yang sedang sakit tetap dibiarkan,” tambah dia.

Belum lagi ia memaparkan banyak keluhan yang kadang ia dengar langsung dari E. Baik dirinya yang hanya diberikan nasi saat makan, maupun obat-obatan yang harus ia konsumsi namun terhalang petugas sipir Lapas Kelas IIA Kendari.

“Saya ingat betul adik saya pernah bawakan makanan dan obat yang harus dikonsumsi almarhum (obat penurun darah dan lain-lain), tapi obat nya di tahan di depan. Alasannya biar di kontrol sama petugas, tapi pas minggu depannya adik saya datang menjenguk, ternyata obat tersebut malah tidak diberikan kurang lebih selama seminggu,” ujarnya.

Ia pun mempertanyakan terkait permen nomor 32 tahun 1999 mengenai hak warga binaan memperoleh kesehatan mengapa tidak dijalankan dengan baik oleh Lapas Kelas IIA Kendari. (Bar)


Laporan : Akbar

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Hukrim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Pembangunan Kontruksi Rumah Sakit Jantung Tahap II, Bakal Dimulai

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Perjalanan infrastruktur Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra…