Home Metro Lampaui Target Penerimaan Tahun 2020, Bea Cukai Kendari Juga Dorong Eskpor Pelaku UMKM

Lampaui Target Penerimaan Tahun 2020, Bea Cukai Kendari Juga Dorong Eskpor Pelaku UMKM

81


KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Kantor Bea Cukai Kendari menorehkan prestasi dalam menjalankan fungsinya. Setidaknya, dalam Tahun 2020 lalu, Bea Cukai Kendari berhasil mendapatkan Penerimaan yang lebih dari target. Penerimaan dari bea masuk tersebut mencapai Rp 410.566.237.000.

Target penerimaan yang diberikan be cukai Kendari sebesar Rp402.641.000.000. Ini artinya penerimaan yang dicapai jauh lebih besar.

Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Deny Benhard Parulian menuturkan, rincian penerimaan negara itu terdiri dari Bea Keluar sebesar Rp270.000.000, Bea Masuk sebesar Rp410.045.417.000 dari target sebesar Rp402 429.000.000. Cukai sebesar sebesar Rp 249.820.000 dari target sebesar Rp212.000.000.

“Dari tahun 2020, penerimaan telah melewati target,”tutur Denny Benhard Parulian dalam keterangan persnya melalui aplikasi Zoom di Jakarta, (14/1/2020)

Menurut dia, selama ini Bea Cukai Kendari telah menjalankan fungsi revenue collector-nya. Dia mengatakan dari sisi industri resistensi juga Kantor Bea dan Cukai Kendari, fokus mendorong utama pada kegiatan ekspor. Kegiatan ekspor terutama membantu para pelaku usaha UMKM.

Agar dengan kegiatan ekspor ini dapat mendorong pendapatan masyarakat memajukan usahanya. Sementara untuk dari sektor pertambangan yakni dari tahun ke tahun ekspor Fero nikel dari PT VDNI juga didorong lebih maksimal.

“Untuk sektor pertambangan juga dari tekstil dan feronikel. Jumlah devisa yang masuk cukup besar ,”tuturnya

Deny juga mengaku bawah pihaknya mendorong empat ekspor. Yakni empat perusahaan dengan komoditi baru, yaitu komoditi tuna r dengan Devisa seharga 35 USD, Kerang dengan Devisa 25 ribu USD, Sabuk kelapa 26 ribu Yen, dan ekspor perdana Merica dengan harga devisa 82 USD .
Dia berharap semua UMKM dapat melakukan ekspor dari Sultra.

“Selanjutnya Bea dan Cukai Kendari melaksanakan fungsinya sebagai Protec atau perlindungan dari masyarakat khususnya barang ekspor dan impor,”katanya.

Terhadap barang – barang yang dilindungi, dengan melakukan operasi 56 kali terutama dengan peredaran rokok yang tidak sesuai dengan ketentuan. Operasi dilakukan di 15 Kabupaten di Sultra .

“Kita amankan rokok Ilegall, 3 juta batang rokok dengan nilai kerugian Negara Rp 1,2 Miliar yakni dengan nilai cukai yang tidak bisa dibayarkan,”tuturnya.

Menurutnya pelanggaran ini terjadi biasanya akibat dari pita cukai yang tidak ada atau tidak sesuai dengan ketentuan. (Ade)

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Metro

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Panglima TNI dan Kapolri Berikan Semangat Pada Satgas Nemangkawi

JAKARTA, RIGHTNEWS.COM – Panglima TNI Mareskal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal L…