Home Muna Ini Jawaban Syarifuddin tentang gagalnya Pinjaman Dana Pemkab Muna

Ini Jawaban Syarifuddin tentang gagalnya Pinjaman Dana Pemkab Muna

187

MUNA, RIGHTNEWS.COM – Batalnya pinjaman yang diusul Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna di Kementrian dalam negeri (Kemendagri) rupanya Bupati Muna, L.M Rusman Emba masi mempersoalkannya. Padahal Pemkab Muna sudah diberikan penjelasan mengenai hal itu.

Buntut dari itu, Syarifuddin Udu selaku Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang akan bertarung di Pilkada Muna 2020 disebut sebagai penyebab batalnya pembangunan pasar sentral laino dan air bersih di Kabupaten Muna.

Menanggapi hal itu, Syarifuddin Udu menapik tudingan itu karena tak beralasan. Namun dibalik itu Ia menjelaskan bahwa untuk dana pembangunan pasar laino bisa bersumber dari beberapa jenis adanya pendanaan bukan satu-satunya dari pinjaman.

Menurutnya, Pendanaan pembangunan pasar bisa bersumber dari DAU(Dana Alokasi Umum) , Dana Bagi hasil maupun DAK(Dana Alokasi Khusus) kembali ke Daerah bersangkutan apa yang menjadi skala prioritas. Jadi jika pasar laino  dianggap prioritas dapat disisihkan dari DAU atau Dana bagi hasil tidak musti harus berharap pada pinjaman.

“Kalau pasar dianggap prioritas, ini dong yang harus didahulukan, bukan mendahulukan timbun menimbun laut ataupun kegiatan proyek lainnya,” beber Sayrifuddin pada media melalui via telepon, pada 22 Juli 2019.

Kalaupun dikaitkan dengan pinjaman  kata dia, pinjaman itu merupakan jalan terakhir daripada sumber pembangunan dan Saya tau persis sumber-sumber dana pembangunan disetiap daerah, jadi jangan membangun opini publik seakan-akan gagalnya pembangunan pasar laino akibat dirinya.

“Janganlah masyarakat digiring seolah-olah pembangunan pasar laino saya yang harus disalahkan dan saya yakin masyarakat Muna itu sudah sangat cerdas melihat dan merasakan yang sebenarnya,”tutur pria yang selalu disapah Pak Dirjen.

Syarifuddin Udu menjawab tudingan mengenai Pinjaman Dana Pemkab Muna. Senin, selaku Ditjen Bina Keuangan Daerah Ia juga sudah pernah menjelaskan bahwa ditolaknya pinjaman Pemkab Muna karena tidak memenuhi syarat.

“Saya rasa ini sesuatau yang tidak masuk akal bila saya dikait-kaitkan dengan gagalanya pembangunan pasar,”ujarnya

Terkait dirinya akan tampil di Pilkada Muna, Ia mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil dengan kondisi tanah kelahirannya yang jauh berkembang dibanding daerah lainnya, Bahkan Dirjen Bina Keuangan Daerah ini merasa miris melihat tanah kelahirannya sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah pemekaran baru yang masi sangat mudah umurnya dibandingkan dengan kabupaten Muna.

“Saya mengatakan apa adanya, pembangunan di Muna itu tidak secepat daerah lain”,ujarnya

“Oleh karena itu saya merasa terpanggil untuk ikut berkompetisi dipilkada 2020 Muna,” tutupnya. (***)


Penulis: Azizah

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Muna

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Jangan Main-main Dengan Dana Covid ! Pengamat Kebijakan Publik Sultra Minta Dinkes Porsikan Anggaran Sesuai Aturan

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Peruntukan Dana Covid 19 sebaiknya disampaikan ke publik se…