Home Nasional IJTI Bentuk SATGAS COVID-19

IJTI Bentuk SATGAS COVID-19

58


JAKARTA, RIGHTNEWS.COM – Di tengah pandemi, keselamatan para jurnalis yang bertugas di garis depan demi memenuhi hak publik untuk mengetahui, harus menjadi perhatian semua pihak. Perusahaan media wajib mengutamakan keselamatan para jurnalis dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Berdasarkan data yang dikumpulkan IJTI, saat ini sudah terdapat sedikitnya 96 jurnalis dan pekerja media eletronik yang dinyatakan positif Covid-19. Jumlah itu ada kemungkinan bertambah.

Terkait situasi ini dan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengambil sejumlah langkah sebagai berikut :

1. Membentuk Satgas Covid-19 khusus para jurnalis (SATGAS COVID-19 IJTI).

2. Satgas Covid-19 IJTI akan menerima pengaduan para jurnalis televisi yang terindikasi terpapar virus Covid-19.

3. Jika perusahaan tidak menanggung biaya PCR test (swab) bagi jurnalis televisi yang hasil rapid test nya reaktif, IJTI akan menanggung biayanya.

4. Pengaduan bisa dilakukan melalui link berikut ini :
https://forms.gle/pfHzEjBtRcoyGiwR9

Jakarta 24 Juli 2020
Pengurus Pusat
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)

Yadi Hendriana / Ketua Umum
Indria Purnama Hadi / Sekretaris Jenderal

 

 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Nasional

5 Comments

  1. ปั้มไลค์

    Juli 24, 2020 at 10:54 pm

    Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. I learn something new and challenging on blogs I stumbleupon everyday.

  3. Thanks so much for the blog post.

  4. เบอร์สวยมงคล

    Juli 24, 2020 at 10:57 pm

    I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.

  5. SMS

    Juli 24, 2020 at 10:59 pm

    bookmarked!!, I like your blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Kadis Kominfo Pastikan, Tak Ada Skenario Terbitnya Imbauan Gubernur

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Pemerintah Sultra melalui Dinas Kominfo Sultra membantah is…