Home Uncategorized Hadiri Bulan Imunisasi Anak Nasional, Ini Pesan Bupati Konawe

Hadiri Bulan Imunisasi Anak Nasional, Ini Pesan Bupati Konawe

79

KONAWE, RIGHT NEWS.Com -pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dengan tema “Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi Dengan Imunisasi Lengkap”. Melalui Dinas Kesehatan Kab. Konawe di Sekolah Dasar (SD) 1 Unaaha, Jumat (27/05/2022).

Dalam kesempatan ini dihadiri langsung oleh, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) Kadinkes Mawar Taligana, Kepala BKKBN Tam Sati Sam, Kadis Dikbud Dr. Suryadi, Ketua Umum PPNI Kab. Konawe Pince Sonaru, Camat Unaaha, Kapolsek Unaaha

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) mengatakan, kesehatan merupakan poin terpenting yang harus kita jaga. Karena apabila kesehatan itu terganggu maka sangat mempengaruhi aktivitas setiap orang, terlebih lagi dalam menjaga kesehatan anak-anak kita.

Sehingga kegiatan yang dilaksanakan hari ini sangat penting buat kita semua khususnya para pelajar sekolah dasar, sebagai penerus bangsa di masa yang akan datang. Tuturnya Kery Saiful konggoasa.

“Kenapa kita lakukan imunisasi terutama suntikan campak ini, karena sangat penting buat generasi kita sebab jika kita tidak lakukan, maka pertumbuhan anak-anak akan terganggu,” jelas Kery.

Terlebih lagi kata kery, jenis obat yang digunakan tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan mendapatkan izin edar dari badan pengawasan obat dan makanan.

“Sehingga orang tua tidak mesti ragu lagi, karena kualitas vaksin yang digunakan sudah sah dan resmi, karena suntikan imunisasi ini bukan hanya di Konawe tapi se-Indonesia dan bahkan juga sampai luar negeri,” imbuhnya.

KSK berharap, demi mensukseskan program bulan imunisasi anak nasional (BIAN) tingkat Kabupaten Konawe, ia mengharapkan untuk semua komponen yang terlibat, terutama para guru dan tim kesehatan di puskesmas agar terus mengedukasi kepada seluruh masyarakat agar anaknya ikut imunisasi.

“Jadi kalau mau jadi anak-anak pintar, harus imunisasi biar sehat,” pungkasnya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 beberapa waktu lalu di halaman Gedung Daerah, Kepri pada Rabu (18/5). Upaya ini untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” kata Menkes.

Untuk itu, pemberian imunisasi rutin pada anak sangatlah penting. Kementerian Kesehatan telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Pertama, menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD untuk mencegah potensi kanker serviks saat anak menjadi dewasa.

Kedua, digitalisasi data imunisasi. Kementerian Kesehatan menyiapkan satu aplikasi pencatatan imunisasi secara digital. yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK). Tidak ada lagi pencatatan manual di buku, semua data imunisasi anak akan langsung dimasukkan di ASIK yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Ketiga, belajar dari sistem vaksinasi COVID-19, nantinya imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Sehingga Pemda maupun tenaga kesehatan sudah mengetahui anak yang belum divaksinasi.

“Dengan adanya tiga inisiatif ini, mudah-mudahan tujuan kami tetap meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita. Peranan ibu-ibu sangat penting untuk menyukseskan imunisasi ini,” terang Menkes

 

 

 

Penulis: Janudin

 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Kerja Sama Kadin Sultra, 14 Ton Kopra Dikirim Ke Jatim

KENDARI,RIGHTNEWS.COM – Kerjasama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggar…