Home Kendari Gubernur Sultra Tolak 500 Rencana Kedatangan TKA Asal PT VDNI

Gubernur Sultra Tolak 500 Rencana Kedatangan TKA Asal PT VDNI

7,001
Foto : Gubernur Sultra, Ali Mazi

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Perangi wabah corona atau covid-19, Pemerintah Pusat mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah kebijakan untuk melakukan pembatasan sosial, hingga yang terkahir adalah pembatasan arus distribusi orang dengan melarang mudik masyarakat dari dan ke wilayah yang terpapar covid-19.

Namun, kibijakan tersebut pun dimentahkan sendiri, dengan mengizinkan perusahaan raksasa pemurnian nikel Virtue Dragon yang berada di Morosi, Kabupaten Konawe untuk memasukan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasa dari Cina.

Diketahui, Virtue mendapatkan izin tersebut dari Pemerintah Pusat pada tanggal 22 April lalu. Namun kebijakan tersebut pun ditolak oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sultra. Penolakan tersbut pun bukan karena tidak memiliki dasar. Suasana kebatinan, ditengah wabah corona atau covid-19 menjadi alasan utama Pemda Sultra menolak kedatangan TKA asal Cina tersbeut.

Gubernur Sultra Ali Mazi menjelaskan bahwa seharusnya 500 TKA itu sudah berada di Sultra sejak 22 April lalu. “Tapi saya langsung mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga DPRD terkait kebijakan tersebut. Kita undang Dandrem, Kapolda, Imigrasi juga DPRD. Kesimpulan kita keberatan untuk kebijakan memasukan kembali 500 TKA asal Cina,” tuturnya saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, di Kendari, kemarin.

Politisi NasDem ini menjelaskan alasan penolaknnya terserbut bahwa ditengah kondisi wabah corona, sangat tidak memungkinkan untuk memasukan TKA asal Cina. Walau pun, dimasukannya TKA itu disertai dengan surat-surat pendukung bebas dari wabah corona. “Bagaimana mungkin. 49 yang lalu saja, kita sudah babak belur. Kita juga tetap harus lakukan karantina sesuai dengan perundang-undangan. Suasana kebatinan masyarakat menghadapi corona tidak tepat dengan memasukan TKA asal Cina,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya pun mengaku juga telah mengundang dari pihak Virtue Dragon untuk menunda sementara waktu keinginannya tersebut. “Paling tidak, kita selesaikan dulu wabah corona ini. Dengan harapan saat selesai, semua bisa kembali sedia kala,” tegasnya.

Sikap tersebut pun juga didukung oleh Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh. Menurutnya, daerah tidak anti terhadap investasi dari Cina. “Namun situasinya tidak tepat. Kalau bisa ditunda sementara waktu hingga masalah corona ini berhasil kita lewati. Setelah kita kembali seperti semula, silahkan kembali melanjutkan investasinya,” tegasnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sultra Muh Endang. Dirinya bahkan dengan tegas siap untuk membuat pernyataan resmi ditandatangani oleh seluruh Pimpimpinan bersama Gubernur dan Forkopimda, guna meminta Presiden Joko Widodo membatalkan kebijakan tersebut. “Kita tanda tangan semua kita serahkan kepada Presiden. Kita tegas nyatakan bahwa, Sultra sementara waktu menolak kehadiran TKA Cina,” pungkasnya.(Jon)


Laporan : Jojon

 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Kendari

3 Comments

  1. Anonim

    April 28, 2020 at 7:31 am

    Sbomoney – Ingin mendapatkan Strategi Menang dengan mudah dipermainan Judi Online Casino, Slot Game, Poker, Tangkasnet dan Tembak Ikan??? Mari Bergabung bersama kami di kontak :

    WA : 082125555127
    WEB : http://www.sbomoney88d.com
    Fanspage : sbomoneyadmin

    Bonus :
    Member Baru 20%
    Next Deposit 5-10%
    Casback Turnover 1%
    Cashback Bulanan 7%

    #Sbomoney #judionline #roulette #casinolive #slotgame #baccarat #bolajiki #daduputar #sicbo #tembakikan #tangkasnet #poker #dominoqiuqiu

  2. […] Kita tegas nyatakan bahwa, Sultra sementara waktu menolak kehadiran TKA Cina,” pungkasnya.(*) […]

  3. Anonim

    Mei 2, 2020 at 12:33 pm

    sultra mana bisa tolak 500 TKA kalau itu kebijakan khusus. sya pribadi juga heran knapa urusin orang, rakyat kita juga di indonesia sangat butuh pekerjaan. rasionalnya di mana. kalau masalah skil TKA dan TKI mngkin saja itu perbedaannya. kalaupun seperti itu pemerintah turun tangan dan anggarkan pelatihannya agar TKI kita juga bisa profesional dan punya skil. negara harus turun tangan untuk rakyatnya. trims skedar numpang saran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Polda Sultra Bubarkan Aksi Pengunjukrasa Dengan Helikopter

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengerahkan hel…