Home Uncategorized Gubernur Sultra Sebut Belanja Daerah Mengalami Perubahan 16,87 Persen

Gubernur Sultra Sebut Belanja Daerah Mengalami Perubahan 16,87 Persen

34
Foto/Ketgam : Dinas Kominfo/ Rapat Paripurna

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sultra, dengan agenda “Mendengarkan Penjelasan Gubernur atas Perubahan Kebijakan Umum Serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Prov. Sultra Tahun Anggaran 2020”.

Penyusunan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD T.A. 2020, diajukan sebagai upaya menyesuaikan perubahan asumsi dasar ekonomi makro, menampung perubahan pokok-pokok kebijakan pendapatan, dan perkiraan penerimaan dan belanja Pemprov Sultra, serta menyikapi dampak pandemi Covid-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.


Pandemi Covid-19 belum juga mereda, bahkan cenderung mengalami peningkatan, baik secara global, nasional, maupun di wilayah Provinsi Sultra. Gubernur Ali Mazi memandang perlunya upaya yang lebih baik, agar dampak negatif pandemi dapat dikendalikan.

Sejumlah upaya telah dilakukan Pemprov Sultra untuk mengatasi dampak pandemi, di antaranya melibatkan stakeholders dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Sultra dan dukungan penuh para bupati dan walikota se-Prov. Sultra. Sesuai regulasi yang ditetapkan Pemerintah RI dalam Penanganan Covid-19; melakukan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran khususnya Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Revisi Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD T.A. 2020, Penyesuaian Belanja Daerah melalui Rasionalisasi Belanja Pegawai dan Rasionalisasi Belanja Barang dan Jasa.

Dalam pokok-pokok penyampaiannya, Gubernur Ali Mazi menyatakan bahwa refocusing kegiatan dan realokasi anggaran dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan, penanganan dampak ekonomi, terutama menjaga agar dunia usaha tetap hidup, dan penyediaan Jaring Pengaman Sosial. Pada pelaksanaan tiga prioritas penanganan Covid-19 itu, Pemprov. Sultra mengalokasikan total anggaran 400 milyar rupiah, untuk Belanja Program dan Kegiatan (276,2 milyar rupiah) dan Belanja Tidak Terduga (123,8 milyar rupiah).

Memperhatikan kondisi perekonomian daerah akibat pandemi Covid-19 dan upaya menjaga pencapaian berbagai Sasaran Prioritas Pembangunan Daerah, serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD T.A. 2020, Pemprov. Sultra melakukan sejumlah perubahan kebijakan umum yang sejalan dengan perkembangan perekonomian global (perkembangan laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat kemiskinan), yang juga memberi dampak signifikan terhadap kinerja perekonomian Nasional dan Daerah.

Pada Triwulan II 2020, capaian inflasi tahunan Sultra mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, dengan deflasi sebesar 0,15 persen, lebih rendah jika dibandingkan pada Triwulan I sebesar 0,99 persen. (Bar)

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Surveyor PT Anindiya Wiraputra Konsult Diduga Mainkan Kadar Nikel

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Surveyor PT Anindya Wiraputra Konsult diduga melakukan perm…