Home Hukrim Ditreskrimsus Polda Sultra Diminta Tindaki Dugaan Penimbun BBM di Lalonggasumeeto, Pengamat Hukum : Polisi Jangan Menunggu Laporan

Ditreskrimsus Polda Sultra Diminta Tindaki Dugaan Penimbun BBM di Lalonggasumeeto, Pengamat Hukum : Polisi Jangan Menunggu Laporan

144
Foto/Ketgam : Pengamat hukum pidana, Muamar Lasipa

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Ditreskrimsus Polda Sultra sebaiknya cepat-cepat melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penimbunan BBM di Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Maraknya penimbunan BBM di lokasi tersebut, membuat para oknum merasa kuat dan tak tersentuh hukum. Jika, benar-benar menegakan supremasi hukum, Polisi jangan menunggu laporan, tapi menuntaskan informasi masyarakat yang sudah ada.

Hal ini disampaikan Pengamat Hukum Pidana, Muamar Lasipa SH . Dia menyoroti kinerja Ditreskrimsus Polda Sultra, yang belum juga ambil tindakan dalam kasus dugaan penimbunan BBM di Lalunggasomeeto.

Padahal jelas-jelas dalam sejumlah pemberitaan di Media, dan informasi masyarakat disalah satu rumah di Kecamatan tersebut terdapat mobil tangki dan jerigen terisi BBM yang semestinya tidak berada ditempat tersebut.

“Penimbun BBM ini sudah jelas melanggar hukum. Poliisi bisa menijerat dengan pasal 53 dan 55 UU 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun,”tegas Muamar Lasipa menyoroti Kinerja Polda Sultra dan hal ini Ditreskrimsus

Muamar menyarankan agar Polisi segera mengambil tindakan. Sebab, jangan sampai ada preseden buruk yang mencoreng nama Kepolisian. Apalagi masyarakat sudah menanam pemikiran negatif, bahwa ada Polisi bekingnya. Ini kata dia yang mengkhawatirkan .

“Lebih baik segera menindaki, daripada dibilang jadi beking. Permasalahanya jelas, kok belum ditindaki,”tukasnya. (Tim)

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Hukrim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Pembangunan Kontruksi Rumah Sakit Jantung Tahap II, Bakal Dimulai

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Perjalanan infrastruktur Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra…