Home Buton Dalih Polisi Tentang Luka Lubang di Lengan Mahasiswa Baubau Saat Unjukrasa Omnibus Law

Dalih Polisi Tentang Luka Lubang di Lengan Mahasiswa Baubau Saat Unjukrasa Omnibus Law

46
Foto/Ketgam : Polres Buton menunjukan baju almamater Mahasiswa yang mengalami dugaan luka tembak saat Unjukrasa Omnibus Law

BUTON, RIGHTNEWS.COM – Polres Buton terus mengumpulkan sejumlah bukti berkaitan dengan dugaan kasus penembakan peluru karet yang menyasar Mahasiswa bernama Nur Syaban saat demo Omnibus Law di Kota Baubau. Polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk korban. Kemudian menguji bekas luka dilengan tangan korban dengan ronseng.

Dari hasil pengujian dan pengumpulan bukti-bukti, Polisi tak menemukan jejak peluru karet diluka korban. Polisi menyimpulkan, luka lubang di lengan korban akibat dari benda tumpul. Kemungkinannya, korban terkena benda tumpul saat aksi unjukrasa di Kantor DPRD Baubau.

“Bahaa hasil verifikasi telah keluar dengan kesimpulan ” keterangan diatas diakibatkan oleh kekerasan tumpul,”tutur Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari

Dia mengurai kejadian yang dialami korban. Awalnya pada saat itu korban sementara mengikuti kegiatan aksi unjuk rasa yang bertempat di depan kantor DPRD Kota Baubau. Tidak lama kemudian korban melihat terjadi aksi saling dorong antara masa aksi dan pihak keamanan, selanjutnya dia mundur kebelakang menuju simpangan lima yang berada di jalan poros palagimata.

“Dimana korban bertujuan untuk pulang kerumah akan tetapi pada saat menuju ketempat tersebut dia melihat ada beberapa peluru gas air mata berasal dari arah pihak yang melaksanakan pengamanan, kemudian tiba-tiba korban merasakan sakit pada bagian lengan kiri,”kata AKBP Zainal Rio dalam keterangannya.

Dia menambahkan, Penyidik telah melakukan introgasi lisan kepada dokter Kenangan dengan keterangan bahwa dokter telah memeriksa luka korban dan tidak menemukan benda asing atau serpihan asing di luka korban. Bahwa luka tersebut diakibatkan oleh kekerasan tumpul seperti kayu, atau besi.

“Jadi kami jelaskan, tidak ada satupun statment dari tenaga medis yg mengatakan bahwa luka tersebut adalah luka tembak. Melainkan yg mengatakan hal tersebut adalah rekan-rekan korban yang mengantar ke rumah sakit,”katanya. (Bar)

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Buton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Surveyor PT Anindiya Wiraputra Konsult Diduga Mainkan Kadar Nikel

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Surveyor PT Anindya Wiraputra Konsult diduga melakukan perm…