Home Pendidikan Bunda PAUD Sultra Dorong Peningkatan Kualitas Anak Usia Dini

Bunda PAUD Sultra Dorong Peningkatan Kualitas Anak Usia Dini

30
Foto: Dinas Kominfo Sultra/Agista Ariany

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Bunda PAUD Sulawesi Tenggara (Sultra), Agista Ariany AM., SE., memimpin Rapat Koordinasi Internal Bunda PAUD Holistic Integratif Provinsi Sultra, di Ruang Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis 8 Oktober 2020.

Hampir seluruh anggota Pokja Bunda PAUD hadir dalam rapat koordinasi internal yang hendak mensinergikan Program Holistik Integratif dan penanganan anak usia dini secara menyeluruh. Ini mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, serta perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak usia dini.

Rapat koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Sultra ini dihadiri sejumlah pengurus, antara lain: Dra. Waode Munanah Asrun Lio (Ketua Pokja); Hj. Suhaeny, SE., M.Pd. (Sekretaris Pokja); Etika Rosita, S,Pd. (Anggota Pokja Bidang Pendidikan); Hj. Misnawati, S.KM.; (Anggota Pokja Bidang Kesehatan); Masriwati, SE., M.Si. (Ketua Tim Sekretariat Pokja); dan anggota Pokja lainnya. Hadir sebagai peninjau, Amelya Rere (The Agista Foundation); dan perwakilan Himpaudi Sultra.

Delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi di usia dini. Periode ini merupakan momen tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada anak, termasuk status gizi yang menjadi salah satu aspek terpenting guna mendukung tumbuh-kembang, pembentukan karakter, serta kecerdasan yang akan dibawa hingga usia dewasanya.

“Pendidikan Anak Usia Dini menjadi sarana yang tepat dalam memberikan pengenalan nutrisi yang baik dengan stimulasi yang sesuai tahapan tumbuh-kembang Si Kecil,” demikian Ibu Agista Ariany.

Etika Rosita, S.Pd. memaparkan enam regulasi penting seputar PAUD Holistic Integratif, yakni: UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; Perpres No. 60/2013 tentang Pengembangan Pendidikan; Perpres No. 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter; Perpres No. 59/2017 tentang Perancangan Pembangunan Berkelanjutan; Peraturan Pemerintah No. 2/2018 tentang Standar Pelayanan Minimal; dan Permendikbud No 137 Tahun 2014 Standar Nasional PAUD.

Penyelenggaraan PAUD masih menghadapi berbagai masalah, sehingga konsep PAUD pun mulai bergeser. Para ahli merekomendasikan pengembangan terhadap anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. Pengembangan PAUD Holistik Integratif meliputi pengembangan karakter, pengembangan aspek dalam bidang agama dan moral, motorik kasar dan halus, kognitif, serta bahasa dan sosial-emosional. Metode ini juga menekankan layanan kesehatan dan gizi, serta stimulasi, dengan konsep program berbasis keluarga dan komunitas.

Ibu Agista Ariany memberikan arahannya. “Pada Peraturan Presiden No. 60/2013 diamanatkan agar pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan secara holistik integratif, serta memenuhi saran UNESCO bahwa anak Indonesia wajib mendapat hak-hak untuk pendidikan usia dini secara holistik. Namun, kita baru sanggup memenuhinya sekitar 30 persen. Maka seluruh layanan sosial dasar bagi anak didorong untuk dapat terintegrasi, terutama pada layanan Posyandu dan PAUD.”

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung 60 menit itu, kepada para pengurus Pokja Bunda PAUD, Ibu Agista Ariany meminta hendaknya pengembangan PAUD Holistik Integratif tidak keluar dari tujuanannya untuk memenuhi lima pilar hak anak, mulai dari hak anak untuk terhindar dari penyakit; hak terpenuhi kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal; hak distimulasi sejak dini; hak mendapatkan pengasuhan yang baik; serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis. Inilah lima pilar yang disebut pengembangan PAUD Holistik Integratif.

“Bunda PAUD memang mendorong dukungan dan harus bekerja sama dengan seluruh elemen pokja untuk merampungkan misi mencetak anak-anak usia dini yang berkualitas di Sultra. Pembelajaran berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup anak, yaitu membantu anak menjadi mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi dan memiliki keterampilan dasar yang berguna bagi kehidupan kelak.

Pendidikan anak usia dini dilaksanakan secara bertahap dan berulang dengan mengacu pada prinsip perkembangan anak,” demikian Bunda PAUD Sultra, Ibu Agista Ariany.

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Pembangunan Kontruksi Rumah Sakit Jantung Tahap II, Bakal Dimulai

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Perjalanan infrastruktur Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra…