Home Hukrim Ada Pocong di Depan Polda Sultra

Ada Pocong di Depan Polda Sultra

1,540
Ketgam. Aliansi Mahasiswa Sedarah beridiri di depan Mapolda Sultra menuntut untuk menuntaskan kasus penembakan Randi . Mereka bahkan menggunakan kostum pocong sebagai simbol kematian

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Genap sudah 20 hari, penyelidikan kasus penembakan yang menewaskan Randi, Mahasiswa UHO Kendari. Penyelidikan tersebut belum membuahkan hasil apa-apa. Siapa pembunuh Randi? polisi termasuk tim Independen yang dibentuk Mabes Polri belum juga mengungkapnya. Barang bukti berupa selongsong dan juga Proyektil justru dibawa di Belanda untuk diuji Balistik.

Bagaimana kabar barang bukti tersebut? Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengatakan, barang bukti akan diuji dalam waktu dekat. Pengujian dilakukan di Belanda dan Australia untuk mendapat hasil yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Semua barang bukti diuji Balistik di Belanda dan Australia,”kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam usai menggelar serah terima jabatan di Aula Dhacara Polda Sultra sore tadi (16/10/2019)

Ternyata penyelidikan yang dilakukan tim Independen tersebut tak membuat puas para rekan-rekan almarhum Randi di Universitas Haluoleo. Aliansi Mahasiswa Sedarah dari kelompok Rahman Paramai menduduki Polda Sultra untuk menunggu hasil penyelidikan tersebut. Kelompok ini mendirikan tenda dan bermalam di depan Mako Polda Sultra sejak 15 hari lalu.

Kegiatan ini bakal dilakukan sampai Polisi mengungkap pelaku penembakan tersebut. Mereka membawa keranda, bahkan memakai seragam Pocong sebagai simbol kematian Randi yang masih misteri. Kostum Pocong tersebut dikenakan salah seorang Mahasiswa. Adapula yang membawa sederet tulisan di kertas yang isinya mendesak Polisi mengungkap kasus tersebut.

“Kami meminta Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Kapolri juga seharusnya mencopot Kapolda Sultra yang baru ini, jika tak bisa menuntaskan kasus tersebut. Kami terima jika Kapolda Sultra adalah Wanita, asal dapat menyelesaikan kasus tersebut,”kata Rahman Paramai yang ditemui

Rahman mengaku tidak akan bergeser dari depan Mako Polda Sultra, sampai tuntutannya diselesaikan. Dia beranggapan, kasus ini sangatlah penting karena berkaitan dengan nyawa Manusia.

“Seharusnya Kapolda Sultra memikirkan itu,”ujarnya. (***)


Laporan : Muhamad Syukur 

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Hukrim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Polda Sultra Bubarkan Aksi Pengunjukrasa Dengan Helikopter

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengerahkan hel…