Home Kolom Sastra 41 Sajak Senja

41 Sajak Senja

177
Penulis

DENPASAR, RIGHTNEWS.ID – Kau tahu kehilangan yang paling menyedihkan adalah kehilangan rasa aman saat kau selalu mencemaskan apa yang terjadi keesokan harinya.
Pagi pukul tujuh waktu kota ini, aku sedang mengamati gedung-gedung pencakar langit itu,
menjalar ke rumah-rumah kecil seperti penyakit yang tak bisa dicegah oleh waktu.
Pekerja mulai berdatangan dengan wajah lusuh padahal ini tanggal baru,
aku masih merasakan aroma bunga sedap malam yang ada diruangan ini,
betul-betul harum seperti kerinduan yang menyejukkan di rongga hidung
Seperti pesan-pesan yang kukirimkan keponselmu semalam yang enggan untuk kau balas meski sudah centang biru.
Kulihat polusi mulai menempel pada permukaan kaca jendela pertanda kota sudah sibuk,
seperti rindu yang menyesakkan mengepul dan tertahan seperti kau yang enggan membalas pesan.
Barangkali kau sengaja,
kali ini biarkan aku mengira-ngira agar fikiranku tetap baik-baik saja,
Mungkin saja kau sedang sibuk beradu dengan kerjamu atau sibuk membagi tawa dengan seorang lain, tapi kenapa harus kutulis kemungkinan di baris ini,
aku berfikir setelah kau membaca ini
aku akan pertimbangkan untuk menghapus nya kembali
atau kubiarkan bertengger gagah di surat berita untuk mengabarkan luka.
sayang juga jika di hilangkan
kehilangan itu tidak pernah baik
kau juga tahu,
tapi ini harus berakhir
aku tak bisa berkata-kata lagi.
Aku janji setelah kembali kekotamu akan kubawakan bunga sedap malam
kau pasti suka aromanya
semoga bisa bertahan hingga tiba di kotamu
semoga kau bisa membalas pesan agar aku tak lagi kehilangan.

Jika perbedaan waktu dikota ini hanya satu jam di kotamu
mungkin kah rindu juga akan berselisih seperti itu ?


Penulis : Arwin Saputra

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Kolom Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga

Polda Sultra Bubarkan Aksi Pengunjukrasa Dengan Helikopter

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara mengerahkan hel…