Home Bisnis 25 Pengaduan Terkait Fintech, OJK Sarankan Nasabah Pilih Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar

25 Pengaduan Terkait Fintech, OJK Sarankan Nasabah Pilih Aplikasi Pinjaman Online yang Terdaftar

91
Foto/ Ketgam : Kepala OJK Sultra, Mohamad Fredly Nasution

KENDARI, RIGHTNEWS.COM – Masyarakat yang sudah terbiasa meminjam duit di aplikasi pinjam online (Pijol) yang biasanya disebut Fintech sebaiknya tetap berhati-hati. Sebab, ternyata aplikasi pinjaman oline ini ada juga yang tak terdaftar alias Ilegall.

Yang Ilegall sudah pasti tak memberikan pelayanan sesuai aturan. Sebab, Fintech ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawasan terhadap Fintech ini dilakukan OJK untuk mengawasi transaksi keuangan dan etika dalam memberikan layanan kepada nasabah. Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Sultra, Mohamad Ferdly Nasution

Fredly menyarankan masyarakat untuk cerdas memilih wadah peminjaman online jenis lending. Para nasabah dapat memastikan aplikasi Borrower atau pemberi pinjaman memiliki perusahaan yang terdaftar di OJK. Artinya jika, terdaftar berarti resmi dan legall. Secara otomatis, perusahaan tak mungkin memberikan pelayanan yang buruk kepada nasabah.

Dia mengakui, banyak aplikasi pinjaman online yang buruk karena tak terdaftar. Sebab, hanya mengandalkan aplikasi digital kemudian mencari nasabah. Imbasnya, para nasabah ini diteror dan dipermalukan karena tak mengembalikan pinjaman setelah jatuh tempo. Apalagi aplikasi Pinjol ini dapat mengakses semua data dalam Handphone seseorang.

“Kami sarankan untuk masyarakat dapat memilih yang legall. Aplikasi pinjaman online yang legall itu pastinya terdaftar di OJK, dan ada dalam pengawasan. Memiliki kode etik diatur dalam Asosiasi mereka. Sampai hari ini, 149 Perusahaan Pinjol terdaftar di OJK,”tutur Fredly.

Aplikasi peminjaman online kata Fredly sebenarnya sangat bermanfaat. Karena masyarakat yang membutuhkan uang dapat diberikan secara cepat tanpa melalui syarat yang rumit seperti Perbankan. Namun, jika memilih yang Ilegall, maka implikasinya akan buruk. Misalnya per 28 Desember Tahun 2020 kemarin, OJK Sultra menerima aduan terkait Pinjaman Online dari masyarakat.

Data pengaduan Fintech Lending (pinjaman online) kata Fredly yang walk in termasuk melalui telepon (non tatap muka) sebanyak 23 dan melalui surat 2, dengan total 25 pengaduan. Pengaduan dari masyarakat ini rata-rata karena mendapat teror dari pelayanan yang tidak baik oleh Aplikasi Pinjol.

“Hal seperti ini yang mesti diwaspadai. Kita tidak bisa juga mengatakan Ilegall. Karena OJK hanya mengawasi yang legall alias terdaftar. Soalnya, mereka telah mengajukan peminjaman disejumlah aplikasi Pinjol. Saran kami, tetap cerdas untuk memilih. Karena, banyak aplikasi Pinjol yang tidak terdaftar,”ujarnya.

Sebagai catatan, fintech ini dimulai dengan kolaborasi dengan bank, sesuai persyaratan di POJK nomor 77/POJK.01/2016 di mana peer to peer lending diwajibkan membuka virtual/escrow account di bank. (Ade)

Artikel Lainnya
Load More By rightnewskendari
Load More In Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Baca Juga

Panglima TNI dan Kapolri Berikan Semangat Pada Satgas Nemangkawi

JAKARTA, RIGHTNEWS.COM – Panglima TNI Mareskal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal L…